Sebagai kota dengan jumlah penduduk yang banyak membuat Kota Jakarta menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia. Hal ini membuat Jakarta setiap kali musim penghujan datang selalu dilanda banjir. Baru-baru ini seperti berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyatakan wilayah terdampak banjir serta penyebab banjir di Jakarta baru-baru ini.

Awal tahun 2020 kemarin saksi bagaimana banjir besar melanda beberapa wilayah di Jakarta. Menurut BNPB, sedikitnya ada tujuh kelurahan terendam banjir. Pada waktu yang hampir bersamaan, daerah seperti Lebak, Tanggerang Selatan, Tanggerang dan Bekasi juga ikut terendam banjir dan lumpur. Sebenarnya apa saja sih yang  penyebab dari terjadinya banjir di Jakarta? Berikut penjelasannya :

1. Curah Hujan Yang Tinggi

Penyebab banjir di Jakarta yang paling utama adalah tingginya intensitas hujan selama beberapa hari. Hal ini menyebabkan luapan air tidak dapat lagi ditampung oleh sungai ataupun waduk. Seperti banjir yang terjadi di Jakarta awal tahun 2020 lalu, di mana hujan terus menerus mengguyur kota ini. Hal itu membuat banyak daerah yang terendam banjir yang tingginya mencapai 2 meter.

2. Banyaknya Sampah Menumpuk

Jakarta dengan padatnya pemukiman serta penduduknya akan membuat sampah menjadi lebih berlimpah jumlahnya. Sampah yang menumpuk menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta. Sampah memang menjadi permasalahan tahunan yang sampai saat ini belum ditemukan solusi untuk menyelesaikannya. Untuk menghindari banjir tambah parah, mulailah membuah sampah pada tempatnya.

3. Kurangnya Daerah Resapan

Penduduk Jakarta memang padat, hal itu otomatis mempengaruhi tertambahnya pemukiman. Banyaknya orang yang terdesak akan tempat tinggal akan mencari lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air malah di alih fungsikan menjadi pemukiman masyarakat. Selain itu pembangunan hotel dan insfrastruktur lain menyebabkan penggunaan air tanah berlebihan.

4. Penurunan Muka Tanah Di Jakarta

Penyebab banjir di Jakarta yang selanjutnya adalah tingginya penurunan muka tanah yang ada di Jakarta. Berdasarkan data yang ada, banyaknya proyek-proyek pembangunan membuat Kota Jakarta mengalami penurunan muka tanah hingga 12 cm per tahunnya. Hal ini menyebabkan potensi terjadinya banjir yang akan terjadi di Jakarta menjadi lebih besar.

5. Proyek Kali Ciliwung

Memang pembangunan proyek di Jakarta menjadi salah satu penyebab banjir. Seperti normalisasi kali Ciliwung yang sampai saat ini belum juga tuntas. Data menyebutkan bahwa dari rencana panjang proyek yakni 33 km, dan baru sekitar 16 km yang berhasil dituntaskan. Hal ini disebabkan karena sempitnya lahan akibat padatnya pemukiman warga, sehingga membuat proyek berjalan lamban.

6. Tersumbatnya Saluran Air

Penyebab banjir di Jakarta yang terakhir adalah tersumbatnya saluran air. Hal ini membuat air hujan tidak mendapatkan aliran sehingga masuk kedalam rumah. Pemerintah kota sudah berupaya untuk membersihkan saluran-saluran air ini jika musim penghujan sudah mulai datang setiap tahunnya. Bagi warga Jakarta khusunya, upayakan untuk membersihkan saluran air depan rumah masing-masing.

Bencana Banjir ini tentunya mengakibatkan banyak sekali kerugian. Banyak penduduk yang harus ikhlas melihat rumah dan barang-barangnya rusak terendam banjir dan lumpur. Selain itu pula sektor perekonomian tidak berjalan lancar dan juga banyak aktivitas dan pekerjaan masyarakat yang terganggu. Bahkan banyak sekali ditemukan hewan liar yang terbawa arus banjir seperti ular.

Kota Jakarta memang menjadi kota yang kompleks dengan segala problematika sosial di dalamnya. Masyarakat tidak punya pilihan lain selain bertahan untuk mencari nafkah. Itulah tadi ulasan tentang beberapa penyebab banjir di Jakarta. Selalu tingkatkan kewaspadaan di musim penghujan ini. Apapun bencananya, utamakanlah keselamatan diri masing-masing.