Rangkaian Info Terbaru Konflik AS vs Iran

Perhatian dunia saat ini sedang difokuskan pada konflik antara dua negara, AS dan Iran. Dua negara tersebut memang sudah berseteru sejak lama. Namun, konflik antara mereka semakin memanas pada akhir-akhir ini. Pemicunya adalah terbunuhnya salah seorang jenderal terbaik Iran. Berikut ini beberapa info terbaru konflik AS vs Iran yang semakin panas belakangan.

1. Kecaman Terhadap Presiden Donald Trump

Semua pasti sudah mengetahui bahwa pasca serangan rudal Amerika yang menewaskan salah satu jenderal terbaik Iran, Qassem Soleimani, membuat hubungan antara kedua negara semakin buruk. Iran menganggap hal ini sebagai serangan terbuka dan akan membalas serangan Amerika Serikat. Sementara AS mengklaim bahwa Qassem Soleimani adalah dalang dibalik beragam perang di Timur Tengah.

Serangan tersebut ternyata menuai kecaman dari berbagai pihak, tak terkecuali oleh warga AS sendiri. Menurut info terbaru konflik AS vs Iran yang didapatkan, banyak warga AS yang mengutuk serangan tersebut karena mereka menilai serangan tersebut akan memunculkan peperangan besar di seluruh dunia. Kekhawatiran tersebut memang beralasan karena Iran pasti akan meluncurkan serangan balasan.

2. Rudal Iran dan Sanksi AS

Beberapa waktu setelah serangan tersebut diluncurkan, Iran kemudian mengibarkan bendera perang terhadap Amerika. Tak cukup itu, Iran kemudian meluncurkan berbagai serangan yang ditujukan pada beberapa fasilitas militer Amerika di wilayah Irak. Namun, salah satu rudalnya justru menembak pesawat sipil milik Ukraina yang menewaskan seluruh penumpang dan kru pesawat.

Pesawat sipil Ukraina yang tertembak rudal milik Iran berisikan 176 orang yang berasal dari beberapa negara, termasuk warga negara Iran sendiri. Tidak berhenti, Iran tetap meluncurkan serangan-serangan ke berbagai fasilitas militer AS yang ada di Irak. AS kemudian menjatuhkan sanksi atas serangan tersebut. Sanksi tersebut menargetkan berbagai industri Iran termasuk besi dan baja.

3. Protes Besar-Besaran Rakyat Iran

Pascainsiden tertembaknya pesawat sipil tersebut, pemerintah Iran semula mengelak tuduhan dan berusaha menutupi kejadian yang terjadi. Kemudian terjadi unjuk rasa besar-besaran yang berkumpul di luar pagar Amir Kabir University, tidak jauh dari kedutaan besar AS di Iran. Mereka menuntut pengusutan tuntas terkait insiden tertembaknya pesawat sipil yang menewaskan 176 penumpang tersebut.

Ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah Iran berkumpul pada tanggal 13 Januari 2020. Mereka tidak hanya menuntut pengusutan tuntas terhadap insiden tersebut. Di tengah-tengah gelombang unjuk rasa tersebut, Pemerintah Iran lantas mengakui bahwa insiden tersebut merupakan human error dari pihak militer Iran. Mereka kemudian menangkap setidaknya 30 orang yang diduga bertanggung jawab.

4. Seruan Donald Trump kepada Pemerintah Iran

Ketika gelombang unjuk rasa sedang berlangsung di Iran, Presiden AS, Donald Trump pada hari Minggu kemudian mencuitkan melalui akun Twitter pribadinya untuk memperingatkan pemerintah Iran. Dalam cuitannya tersebut, Presiden Donald Trump memperingatkan pemerintah Iran untuk tidak menyerang para pengunjuk rasa. Penyerangan terhadap pengunjuk rasa justru akan memperparah dan menambah korban sipil.

Presiden Donald Trump juga memperingatkan pemerintah Iran bahwa serangan terhadap para pengunjuk rasa akan semakin memperburuk citra pemerintah Iran. Ia mengingatkan bahwa pemerintah Iran sudah membunuh dan menangkap lebih dari seribu orang. Penangkapan dan penyerangan terhadap pengunjuk rasa juga akan menambah perhatian dunia terhadap pemerintah Iran.

5. Ucapan Mundur dari Donald Trump

Dalam info terbaru konflik AS vs Iran, Donald Trump secara tiba-tiba menyatakan “mundur” dan menghindari konflik lebih lanjut dengan Iran. Ungkapan mundur tersebut justru disampaikan saat banyak orang yang beranggapan bahwa serangan AS terhadap Iran akan memicu terjadinya Perang Dunia Ketiga. Sanksi dan embargo dinilai lebih tepat dibanding jalur militer.

Ungkapan yang disampaikan Donald Trump yang memilih untuk mundur dari peperangan dengan Iran sedikit meredam ketegangan di antara keduanya. Menurut info terbaru konflik AS vs Iran, hubungan mereka kemungkinan tetap berada dalam status quo. Namun, setidaknya hal ini akan mengurangi bertambahnya korban yang jatuh akibat peperangan di antara mereka.