Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang biasa terjadi karena termasuk dalam musim yang ada didunia. Negara-negara tropis akan mendapatkan curah hujan setidaknya dalam kurun waktu 6 bulan dan negara berempat musim hanya 3 bulan. Nah, diantara curah hujan normal ada loh negara dengan curah hujan tertinggi didunia yang wajib diketahui.

Hujan dengan intensitas tertentu biasanya akan membawa pengaruh tertentu pula dalam sebuah negara. Bisa mengakibatkan suburnya tanah, lahan perkebunan atau mendatangkan banjir. Nah dalam artikel ini akan disimak bersama mengenai negara dengan curah hujan tertinggi didunia yang wajib diketahui.

1. Kota Quibdo, Colombia

Quibdo merupakan kota dengan populasi terbesar di Colombia dan mencapai jumlah seratus juta jiwa. Quibdo merupakan daerah yang terletak di sisi barat Colombia dan dekat dengan pegunungan-pegunungan. Kota padat penduduk ini memiliki dua musim dalam setahun yaitu hujan dan kemarau, dengan presentasi 304 hari untuk musim hujan.

Musim hujan yang memiliki intensitas sangat lama dan tinggi ini memang tidak berimbang dengan musim kemarau di kota tersebut. Meski merupakan kota dengan curah hujan tertinggi namun Quibdo sering mengalami kekurangan air. Sistem penampungan dan pengelolaan air yang kurang berimbang dan baik membuat kota ini sering mengalami kesulitan pasokan air untuk hidup.

2. Kota Monrovia, Liberia

Kota tertinggi selanjutnya yang memiliki intensitas hujan adalah kota Monrovia di pantai barat laut Afrika. Sebuah kota yang dihuni lebih dari satu juta penduduk ini mengalami musim hujan setidaknya selama hampir 8 bulan lamanya. Kelembaban terjadi paling tinggi pada bulan juni dan juli sedang musim hujan dimulai sejak bulan mei.

Kelembaban dan tingginya curah hujan sering membuat wilayah di kota ini digenangi air dan juga lumpur yang menganggu aktifitas. Intensitas tertinggi hujannya memang hanya terjadi antara mei hingga oktober, sedang desember hingga februari tidak terlalu. Lepas dari februari hingga april atau awal mei barulah mereka merasakan musim kemarau.

3. Kota Hilo, Hawai

Hawai terkenal dengan pantainya yang indah dan musim panasnya yang selalu menggoda untuk dikunjungi. Namun siapa sangka bahwa di kota Hilo, Hawai curah hujan tertinggi didunia terjadi. curah hujan tertinggi ini memang terbukti dengan lamanya masa musim hujan ketimbang musim panas atau kemarau yang terjadi.

Hampir selama 272 hari dalam setahun penduduk kota Hilo dan beberapa wilayah kepulauan Hawai lainnya dilanda hujan. Pulau Mauui, Big Bog didaerah pesisir Taman Nasional Haleakala dan Gunung Puu Kui juga mengalami lamanya waktu hujan. Bayangkan saja bahwa hanya sekitar 3 bulan atau 90 hari saja penduduk Hawai merasakan musim panas yang menyenangkan dan hangat.

4. Kota Mangalore, India

Kota Mangalore di India memiliki populasi sekitar empat ratus ribu jiwa atau penduduk dan memiliki curah hujan tertinggi di India. Mangalore dinobatkan sebagai kota terbasah di sepanjang wilayah India. Tanah-tanah akan lebih lama tergenang air dan suasana lembab selalu menyelimuti daerah ini lebih dari 6 bulan lamanya.

5. Kota Buenaventura, Colombia

Masih datang dari wilayah Negara Colombia yang ternyata masih memiliki wilayah dengan curah hujan tertinggi di dunia. Kota yang memiliki jarak kurang lebih seratus mill dari Quibdo ini memang lebih lama mendapat hujan dari kota lainnya. Musim kemarau atau panas hanya mampir pada bulan januari hingga april dan selebihnya adalah musim hujan.

Nah diatas itulah beberapa negara dengan curah hujan tertinggi dan wajib diketahui, untung sekali Indonesia tidak termasuk ya. Namun terlepas dari itu harus selalu meningkatkan kewaspadaan dan rasa syukur atas apapun yang diberikan alam semesta ya. Selain itu kalau memang sedang musim hujan jangan lupa jaga kesehatan dan bekali diri dengan payung ya!

Sebagai kota dengan jumlah penduduk yang banyak membuat Kota Jakarta menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia. Hal ini membuat Jakarta setiap kali musim penghujan datang selalu dilanda banjir. Baru-baru ini seperti berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyatakan wilayah terdampak banjir serta penyebab banjir di Jakarta baru-baru ini.

Awal tahun 2020 kemarin saksi bagaimana banjir besar melanda beberapa wilayah di Jakarta. Menurut BNPB, sedikitnya ada tujuh kelurahan terendam banjir. Pada waktu yang hampir bersamaan, daerah seperti Lebak, Tanggerang Selatan, Tanggerang dan Bekasi juga ikut terendam banjir dan lumpur. Sebenarnya apa saja sih yang  penyebab dari terjadinya banjir di Jakarta? Berikut penjelasannya :

1. Curah Hujan Yang Tinggi

Penyebab banjir di Jakarta yang paling utama adalah tingginya intensitas hujan selama beberapa hari. Hal ini menyebabkan luapan air tidak dapat lagi ditampung oleh sungai ataupun waduk. Seperti banjir yang terjadi di Jakarta awal tahun 2020 lalu, di mana hujan terus menerus mengguyur kota ini. Hal itu membuat banyak daerah yang terendam banjir yang tingginya mencapai 2 meter.

2. Banyaknya Sampah Menumpuk

Jakarta dengan padatnya pemukiman serta penduduknya akan membuat sampah menjadi lebih berlimpah jumlahnya. Sampah yang menumpuk menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta. Sampah memang menjadi permasalahan tahunan yang sampai saat ini belum ditemukan solusi untuk menyelesaikannya. Untuk menghindari banjir tambah parah, mulailah membuah sampah pada tempatnya.

3. Kurangnya Daerah Resapan

Penduduk Jakarta memang padat, hal itu otomatis mempengaruhi tertambahnya pemukiman. Banyaknya orang yang terdesak akan tempat tinggal akan mencari lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air malah di alih fungsikan menjadi pemukiman masyarakat. Selain itu pembangunan hotel dan insfrastruktur lain menyebabkan penggunaan air tanah berlebihan.

4. Penurunan Muka Tanah Di Jakarta

Penyebab banjir di Jakarta yang selanjutnya adalah tingginya penurunan muka tanah yang ada di Jakarta. Berdasarkan data yang ada, banyaknya proyek-proyek pembangunan membuat Kota Jakarta mengalami penurunan muka tanah hingga 12 cm per tahunnya. Hal ini menyebabkan potensi terjadinya banjir yang akan terjadi di Jakarta menjadi lebih besar.

5. Proyek Kali Ciliwung

Memang pembangunan proyek di Jakarta menjadi salah satu penyebab banjir. Seperti normalisasi kali Ciliwung yang sampai saat ini belum juga tuntas. Data menyebutkan bahwa dari rencana panjang proyek yakni 33 km, dan baru sekitar 16 km yang berhasil dituntaskan. Hal ini disebabkan karena sempitnya lahan akibat padatnya pemukiman warga, sehingga membuat proyek berjalan lamban.

6. Tersumbatnya Saluran Air

Penyebab banjir di Jakarta yang terakhir adalah tersumbatnya saluran air. Hal ini membuat air hujan tidak mendapatkan aliran sehingga masuk kedalam rumah. Pemerintah kota sudah berupaya untuk membersihkan saluran-saluran air ini jika musim penghujan sudah mulai datang setiap tahunnya. Bagi warga Jakarta khusunya, upayakan untuk membersihkan saluran air depan rumah masing-masing.

Bencana Banjir ini tentunya mengakibatkan banyak sekali kerugian. Banyak penduduk yang harus ikhlas melihat rumah dan barang-barangnya rusak terendam banjir dan lumpur. Selain itu pula sektor perekonomian tidak berjalan lancar dan juga banyak aktivitas dan pekerjaan masyarakat yang terganggu. Bahkan banyak sekali ditemukan hewan liar yang terbawa arus banjir seperti ular.

Kota Jakarta memang menjadi kota yang kompleks dengan segala problematika sosial di dalamnya. Masyarakat tidak punya pilihan lain selain bertahan untuk mencari nafkah. Itulah tadi ulasan tentang beberapa penyebab banjir di Jakarta. Selalu tingkatkan kewaspadaan di musim penghujan ini. Apapun bencananya, utamakanlah keselamatan diri masing-masing.

Hukum syariah adalah segala tuntunan hidup untuk umat manusia dalam segala bidang kehidupan. Bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah namun juga dengan sesama muslim dan kitab Al-Qur’an serta para ulama. Dalam hukum syariah akan membuat manusia paham bahwa Allah telah menciptakan dan mengatur segala kehidupan setiap umat secara detil. Ada banyak negara yang menerapkan hukum syariah islam di Asia Tenggara berikut ini.

1. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam merupakan negara yang mayoritas muslim dan telah mendirikan hukum syariah islam. Di negara ini hukum syariah sangat ketat dan tepat. Semenjak mulai ditetapkan hukum syariah islam berlaku di Brunei Darussalam semua warga islam memperkuat ajaran islam. Ada fase hukum penjara dan denda juga fase hukum amputasi dan rajam bagi para penjahat yang melakukan kriminal di Brunei. Hukum Negara dengan Hukum Islam dipadukan karena segala tentang Islam baik bagi negara dan umatnya.

2. Thailand

Thailand menerapkan hukum syariah Islam untuk warga yang beragama Islam. Namun di thailand hanya berlaku di beberapap provinsi saja. Untuk mendapatkan pembelajaran tentang syariah islam masih susah karena kurangnya materi subjektif. Segala urusan tentang syariah Islam di selesaikan dengan kepala agama yang disebut Dato Yutitham. Secara hukum, perkawinan dan perceraian yang dilakukan oleh kepala agama adalah sah. Namun poligami tidak dibenarkan di negara ini sehingga perkawinan dengan istri berikutnya tidak sah.

3. Malaysia

Hukum syariah islam yang ada di malaysia adalah hukum Islam yang terpadu dengan hukum adat. Agama islam merupakan agama dari negara tersebut. Untuk hukum yang ada di malaysia sangat ketat seperti poligami yang tidak diizinkan tidak dapat di daftarkan. Jika ada izin dapat di daftarkan namun harus denda dan menjalankan hukuman. Dan masih banyak hukum perkawinan perceraian yang ketat dan tidak sembarang dilakukan. Segala yang terjadi pasti harus punya tanggung jawab atas perbuatannya dengan denda ataupun hukuman.

4. Singapura

Negara yang membebaskan Islam berdiri dan 15% dari penduduk singapore beragama Islam. Jadi pemerintah menetralkan agama yang ada di singapore dan untuk hukuman sesuai dengan negara. Di Singapura memiliki lembaga Islam yaitu MUIS (Majelis Ugama Islam Singapura). MUIS merupakan badan hukum yang mengurus segala tentang Islam di Singapura. Dan juga bertanggung jawab menjadi komite fatwa serta panitia haji. Dengan adanya lembaga Islam para umat tidak bingung untuk menanyakan dan memberi kepda pihak mana untuk membantu persoalannya.

5. Indonesia

Negara yang mayoritas Islam dengan menerapkan hukum Islam dan diakui untuk membina moral masyarakat. Di Indonesia menggunakan sistem hukum Adat dan sistem hukum Barat yaitu kedudukan yang sama. Dan sistem hukum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga tergantung kasusnya seperti apa. Agama Islam di Indonesia sangat maju dan berkembang terus dan tidak dipersulit oleh hukum negara. Keberadaan agama Islam diakui oleh masyarakat Indonesia bagi agama lain tetap di hargai dan sama kedudukannya. Hukum negara sangat menghargai agama oleh karena itu segala sesuatu tindakan kejahatan diselesaikan sesuai hukum negara bukan hukum Islam.

Beberapa negara yang menerapkan hukum syariah Islam di Asia Tenggara sebagai informasi dari berbagai pengetahuan yang didapat. Negara berbeda beda dalam menjalankan hukum negaranya dengan hukum Islam. Ada yang mencampurkan kedua hukum, yang membedakan namun memiliki tujuan yang baik. Sehingga setiap negara tidak dapat ditebak bagaimana menganggap hukum Islam yang ada.